logo web baru

BROWSING: Herba

Ingin Gigi Awet dan Panjang Umur?

29 Sep 2017 0 comment

Rawat dengan Herba

Jeruk nipis, daun sirih, dan lidah buaya terbukti mencegah penyakit serius yang diawali oleh masalah gigi dan gusi.

Ngomong-ngomong, pernahkah Anda memperhatikan para bajak laut dalam cerita dongeng atau film? Mereka selalu digambarkan dengan gigi yang tanggal (dan berwarna coklat!), serta bau mulut. Konon, penyebabnya adalah karena mereka selalu berlayar, sehingga sulit menemukan buah jeruk.

Ternyata, cerita itu bukan rekaan semata. Meskipun tidak diketahui waktu persisnya, seorang pelaut Inggris membuktikan kebenarannya tanpa sengaja. Saat berlabuh di suatu tempat, ia menemukan buah sebangsa jeruk berwarna hijau. Saking asamnya, buah itu tidak dimakan, melainkan hanya dihisap-hisap sarinya sambil dioles-oleskan pada gusinya yang sering berdarah.

1 foto herba

Ajaib! Dalam waktu singkat, gusinya menjadi cepat sembuh dan mulutnya terasa lebih segar. Ia pun memborong jeruk itu banyak-banyak. Setelah rajin mengulangi hal yang sama, giginya menjadi lebih cemerlang, dan gusinya tidak pernah bermasalah lagi.

Rajanya antioksidan
Kabar itu berhembus dengan cepat, menyebabkan jeruk yang belakangan diketahui bernama Citrus angustifolia yang di Indonesia disebut jeruk nipis- meroket popularitasnya. Berbagai penelitian pun dilakukan, dan ternyata benar: jeruk nipis mempunyai khasiat hebat untuk merawat gigi dan mulut. Khasiat jeruk nipis tidak terlepas dari zat aktif yang terkandung di dalamnya, antara lain flavonoid, fenol, tanin, asam askorbat, asam sitrat, dan lain sebagainya. Menurut Dr Setiawan Dalimartha, dokter ahli herba di Jakarta, flavonoid berperan penting sebagai antioksidan, menghentikan pendarahan, serta meningkatkan penyerapan vitamin C ke dalam tubuh.

Flavonoid bekerja bersama fenol yang berperan memblok aktivitas enzim penyebab radang, sehingga keduanya mempunyai efek mencegah dan mengatasi peradangan. ”Mekanisme itu diperkuat oleh tanin yang berperan menciutkan selaput lendir, sehingga mempercepat proses penyembuhan radang,” tutur dokter Ketua Perhimpunan Dokter Pemerhati Kedokteran Timur (PDPKT) ini.

Sementara asam askorbat, ikut mempercepat penyembuhan luka karena berperan sebagai antisariawan.  Bila gigi si pelaut Inggris tersebut  menjadi lebih cemerlang, tampaknya disebabkan oleh asam sitrat di dalam jeruk nipis. Asam sitrat mampu meluruhkan kotoran, sehingga dapat mencerahkan gigi yang kusam.

4 foto herba  
Daun sirih, si juara pembunuh kuman
Bila ingin mendapatkan manfaat serupa tanpa harus susah payah menahan asam, kita bisa melirik daun sirih (Piper betle). Daun yang sudah dimanfaatkan sejak tahun 600 SM ini juga berkhasiat menguatkan gigi, menyehatkan gusi, dan mencegah bau mulut dengan jurus utama membunuh kuman. Sebabnya, daun asal India ini kaya dengan minyak atsiri, tanin, terpennena, estragol, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylpyrokatekol, cyneole, caryophyllene, cadinene, seskuiterpena, fenil propana, dan diastase. Senyawa-senyawa aktif tersebut membuat daun sirih mempunyai aktivitas hebat sebagai antiseptik, sekaligus antiradang.

Penelitian yang dilakukan Nalina dan Z.H.A. Rahim dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Malaya, Malaysia, menemukan, daun sirih terbukti efektif menghambat aktivitas kuman Streptococcus mutans, kuman terganas yang menyebabkan gigi berlubang (karies). Penelitian yang dimuat dalam Pakistan Journal of Biological Sciences (Volume 8, tahun 2006) ini melengkapi penelitian-penelitian sebelumnya,  antara lain bahwa daun sirih juga sekaligus efektif menumpas Streptococcus mitis, Streptococcus sanguis, dan Actinomyces viscosus, yaitu jenis-jenis kuman pembentuk plak (karang gigi) yang dapat memicu timbulnya penyakit gusi dan jaringan penyangga gigi (periodontal).

3 foto herba

Lidah buaya si pelindung gusi
Manfaat serupa juga dimiliki oleh lidah buaya (Aloe vera). Lendir lidah buaya yang berwarna bening mengandung banyak zat aktif seperti lignin, saponin, anthraguinine, acemannan, tanin, dan salisilat,  yang berperan sebagai antiradang, antiseptik, antibakteri, sekaligus antibiotik alami. Sementara enzim bradykinase dan karbiksipeptidase di dalamnya, berperan dalam mengurangi rasa sakit. Oleh sebab itu, tidak mengherankan bila sejak jaman Mesir Kuno (sekitar 1500 SM), lendir lidah buaya menjadi obat tradisional yang ampuh untuk mengobati sakit gigi.

Seiring berjalannya waktu,  kalangan peneliti ikut penasaran dan tergerak untuk menelitinya secara lebih dalam. Salah satunya dilakukan oleh  Benenson dan rekan-rekannya dari Moscow Stomatological Institute, Rusia.
Dalam penelitian tersebut, Benenson menguji efektivitas  lidah buaya untuk menangani kasus periodontosis - tanggalnya gigi secara dini yang disebabkan oleh matinya jaringan gigi. Ternyata, pasien yang gusinya disuntik ekstrak lidah buaya mengalami lebih sedikit luka. Gigi mereka juga menjadi lebih kokoh daripada sebelumnya, dan secara bersamaan bau mulut yang muncul sejak keluhan pun hilang.

2 foto herba

Sehat berawal dari gigi
Sejak saat itu, penggunaan herba untuk merawat gigi semakin diakui, bahkan menjadi tren baru. Hal ini juga terkait dengan semakin terbukanya wawasan mengenai hubungan antara kondisi gigi dan mulut dengan panjang-pendeknya umur  seseorang. Penelitian yang dilakukan oleh Emory University, Atlanta, bersama  Centers for Disease Control di Amerika Serikat, menemukan bahwa orang yang menderita radang gusi dan penyakit periodontal mempunyai tingkat kematian 23 sampai 46 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang bergigi sehat.
Sebabnya, orang yang giginya bermasalah lebih mudah terkena serangan jantung, stroke, diabetes, dan gangguan paru-paru, bahkan kanker. Menurut Prof Dr Edi Hartini Sundoro, SpKG, mantan staf pengajar dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, penyakit-penyakit tersebut dipicu oleh kuman yang berada di mulut kita.

Penyebab utamanya ada tiga, antara lain makanan yang biasa kita konsumsi, kuman yang berada di dalam mulut, serta kondisi gigi. ”Saat makan, gula yang difermentasikan oleh kuman berubah sifat menjadi asam. Gigi yang tidak dibersihkan dapat membuat asam tersebut melarutkan kalsium dalam gigi sehingga gigi mudah keropos,” kata anggota Dewan Pertimbangan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) ini.

Sayangnya lagi, bila kita kurang mengkonsumsi makanan berserat, ”Air ludah yang produksinya melimpah, sedangkan di saat kita mengunyah makanan berserat limpahan ludah menjadi  berkurang. Limpahan ludah membuat gusi menjadi lebih mudah luka dan gigi mudah berlubang. Kalau tidak cepat diatasi, kondisi itu memungkinkan kuman masuk ke jaringan dan pembuluh darah yang terdapat di bawah gigi, kemudian ikut beredar ke seluruh organ. Dengan begitu, gigi dan mulut yang tidak dirawat dengan baik memang bisa memicu macam-macam penyakit,” Prof Edi menuturkan.

5 foto herba garam

Kombinasi bahan alami dan teknologi
Padahal, merawat gigi bukan persoalan sulit. Agar hasilnya lebih optimal, selain jeruk nipis, daun sirih, dan lidah buaya, kita juga bisa menambahkan garam dapur untuk berkumur. Menurut Prof Edi, garam bersifat alkali (basa), sehingga membantu menormalkan keseimbangan asam basa di dalam mulut dan mencegah timbulnya plak dan gigi berlubang.

Secara tradisional, ”ramuan sehat gigi” ini bisa kita racik sendiri. Pengalaman Bintari (54 tahun), ibu rumahtangga dari Semarang, mungkin  bisa dicontoh. Ia membuat ramuan dari empat lembar daun sirih, dan satu jari daging lidah buaya yang direbus bersama dua gelas air. ”Masak dengan api kecil hingga menyusut setengahnya, kemudian diamkan. Dalam keadaan suam-suam kuku, tambahkan satu sendok teh air perasan jeruk nipis dan setengah sendok teh garam,” katanya. Ramuan itulah yang dipakainya untuk berkumur, setiap dua hari sekali.

Namun bila ingin praktis, kita juga bisa memanfaatkan pasta gigi yang mengandung formula tersebut. Meskipun herba yang digunakan sudah diekstrak, kelebihan pasta gigi adalah mengandung kalsium dan fluor. ”Kalsium berperan dalam menyuplai kalsium gigi yang larut saat makan dan menyikat gigi. Proses tersebut didukung oleh fluor yang berperan mempercepat masuknya kalsium ke dalam gigi supaya jumlahnya tercukupi kembali (remineralisasi), serta mencegah terjadinya fermentasi gula menjadi asam penyebab gigi berlubang,” jelas Prof Edi.

Memang, khasiat herba menjadi lebih efektif bila sudah dikombinasikan menjadi formula tertentu. Penelitian yang dilakukan Seno Pradopo dan rekan-rekannya dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga membuktikan, pasta gigi yang mengkombinasikan fluor dan ekstrak daun sirih mampu menurunkan jumlah kuman Streptococcus mutans secara lebih signifikan dibandingkan pasta gigi yang hanya mengandung fluor.

Begitu juga bila Anda memilih menggunakan herba dengan cara tradisional. Rajin berkumur rebusan herba saja belum cukup, bila tidak dibarengi dengan menyikat gigi secara teratur, menggunakan pasta gigi yang mengandung kalsium dan fluor. ”Dengan begitu, gigi bersih dari sisa makanan, dan khasiat masing-masing bahan dalam ramuan dan pasta gigi bisa saling melengkapi,” tutur Dr Dalimartha, menutup pembicaraan. (N)

 

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found