logo web baru

BROWSING: Psikologi

10 Resep Sembuhkan Konflik tetap dengan Cinta

09 Jan 2018 0 comment

Tak ada hubungan cinta yang bebas dari konflik. Karena itu 10 "resep cinta" ini patut dicoba. Siapa tahu, hubungan cinta Anda justru makin kuat.

Pengalaman jatuh cinta pasti berbeda-beda pada setiap orang. Cyntia (32 tahun), misalnya, menceritakan momen jatuh cintanya dengan lelaki yang kini telah 5 tahun menjadi suaminya dengan sedikit nada keheranan, "Entah bagaimana, hanya dengan melihatnya, saat itu saya bisa sangat yakin bahwa lelaki ini akan menjadi  bagian dari hidup saya di masa selanjutnya." Ia melanjutkan, "Padahal, ketika itu saya belum kenal dekat dengan dia, loh!" ceritanya.

Lain lagi dengan Lydia (35 tahun) yang butuh 8 tahun untuk menyadari bahwa sahabatnya sejak SMA ternyata adalah pasangan hidup yang tepat untuk dirinya. "Dari SMA memang udah dekat. Tapi sahabatan aja. Enggak tahu, deh, kapan mulai muncul rasa cinta itu," ungkap Lydia.

Seperti Cyntia dan Lydia, Anda pasti punya pengalaman tersendiri tentang jatuh cinta pada pasangan Anda. Walau begitu, Titiek Puspa telah merangkumkan sebuah definisi yang mungkin pas untuk kita semua dalam lagunya yang berjudul Jatuh Cinta.  "Jatuh cinta, berjuta rasanya… Dipandang dibelai, amboi rasanya..," begitu kata-kata dalam lagu Titi Puspa itu.  

Apa itu cinta?
Sue Johnson, psikolog, konselor keluarga yang juga penulis buku Hold Me Tight,   mengungkapkan bahwa cinta adalah pencarian rasa aman dan nyaman yang terus-menerus bersama orang lain, dalam hal ini pasangan kita.  "Kebutuhan akan rasa aman ini tidak pernah hilang, sama seperti yang diharapkan seorang bayi dari ibunya," kata Johnson.

Karena itulah, dalam ikatan cinta, tumbuh ketergantungan emosional antar orang yang menjadi pasangan. "Kita ingin terikat dengan seseorang yang selalu siap untuk merespon ketika Anda membutuhkan perhatian, juga untuk memenuhi kebutuhan emosional Anda—orang yang menganggap Anda penting baginya," papar Johnson.
Zick Rubin, seorang psikolog yang berhasil membuat sebuah skala untuk mengukur rasa suka atau cinta seseorang, mengatakan bahwa cinta adalah perasaan yang lebih intens dari sekadar suka. "Cinta terbentuk dari tiga elemen, yaitu kelekatan (attachment), kepedulian (caring), dan keintiman (intimacy)," katanya.

Dijelaskan oleh Rubin, kelekatan adalah kebutuhan untuk menerima perhatian, persetujuan, dan kontak secara fisik dengan orang lain, sementara kepedulian adalah penghargaan terhadap kebutuhan dan kebahagiaan orang lain. "Pasangan cinta akan menganggap kebutuhan dan kebahagiaan pasangannya sama pentingnya dengan kebahagiaan dan kebutuhan dirinya sendiri," kata Rubin.

Elemen yang ketiga, yaitu keintiman, menurut Rubin adalah kebutuhan untuk berbagi pemikiran, perasaan, dan impian kita bersama orang lain.  

Cinta tak selalu indah
Sayangnya, keindahan cinta tak berlangsung selamanya. "Tak ada sesuatu yang bisa disebut sebagai hubungan cinta, jika tanpa konflik," kata Larry James, penulis Commucation is Not an Option.

Masalah dalam hubungan cinta tak selalu berupa pertengkaran yang melibatkan kekerasan, baik secara verbal maupun fisik. Perasaan kesepian secara emosional, atau kehilangan perasaan cinta, adalah masalah lain yang juga harus diatasi.

Situasi ini dialami oleh Kasya (30 tahun), seorang ibu dari 2 anak yang telah menikah selama 10 tahun. "Kadang saya merasa suami saya terlalu dingin. Saya tidak yakin, dia peduli atau tidak pada saya sehingga saya pun kesulitan menunjukkan kepedulian saya pada dia," ceritanya.

Hilangnya koneksi yang intens ini tentu akan mengganggu perasaan aman yang ada dalam hubungan kita. Dan celakanya, akibat selanjutnya bisa lebih besar dari yang kita duga.

"Perasaan tidak aman akan menyalakan sebuah tombol di bagian otak kita yang bernama amigdala. Amigdala biasanya bereaksi ketika kita mendapat ancaman dari luar. Reaksinya adalah panik. Kita tidak lagi berpikir, tapi bertindak, dan hanya persepsi yang kita utamakan, bukan logika," tutur Johnson. Kondisi inilah yang seringkali memperparah ketegangan hubungan cinta dalam rumahtangga.

Menyelesaikan konflik dengan cinta
Menurut James, yang juga menulis buku How to Really Love the One You’re With, konflik memang tak bisa dihindari oleh semua pasangan. Bagaimana cara masing-masing pasangan menghadapinyalah yang akan memberikan perbedaan.

"Jika Anda tidak bisa melaluinya dengan baik, dialog-dialog yang sarat emosi akan muncul, diikuti oleh perasaan kesepian, sehingga Anda akan semakin merasa bahwa hubungan yang Anda jalani ini tidak memberikan keamanan bagi Anda," kata Johnson. Ia melanjutkan, "Jika ini yang terjadi, Anda akan mulai meragukan bahwa pasangan Anda akan selalu ada untuk Anda, menghargai Anda, dan selalu menjadikan Anda dan keluarga sebagai prioritasnya."

Sementara, jika konflik bisa dilalui dengan baik, Johnson menjamin bahwa cinta akan lebih merekatkan Anda berdua.

1 foto sikologi

Berikut adalah beberapa resep untuk mengatasi konflik dengan mempertahankan—bahkan menguatkan—cinta :

1. Sadari dan lakukan sesuatu
Pertama-tama, Anda harus menyadari adanya masalah, sebelum masalah itu bisa diperbaiki. "Tapi, mengetahui dan menyadari saja tidaklah cukup. Melakukan sesuatu, itulah yang diperlukan," tegas James.

2. Bertanggung jawab
"Untuk mengatasi masalah yang kompleks dalam hubungan cinta dan perkawinan, Anda harus mau menerima bahwa Anda pun bertanggung jawab atas masalah itu. Jika Anda bisa melakukannya, separuh dari masalah itu telah terselesaikan," kata James.

3. Kesalahan tak bisa dibagi
James dalam artikelnya yang berjudul "Resolving Conflict", dengan tegas mengatakan bahwa ketika hubungan cinta sedang retak, kedua orang di dalamnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyelesaikan masalah itu. "Kesalahan tidak bisa dibagi, Anda berdua berada di dalamnya, bersama-sama," kata James.

4. Pilih benar atau bahagia?
Agar kita terhindar dari pertengkaran yang berujung pada situasi saling menyalahkan, James sekali lagi mengingatkan, "Mana yang Anda mau: tidak bersalah atau bahagia?

5. Prinsip kesetaraan
Ann Landers, kolomnis masalah keluarga, mengatakan bahwa semua pasangan yang menikah harus belajar dari "pertempuran" dalam pernikahan mereka. Pertengkaran yang baik menurut Landers adalah pertengkaran yang bersifat obyektif dan jujur, bukan yang kejam, bengis, atau saling menyakiti secara semena-mena.
"Pertengkaran yang baik mengutamakan prinsip kesetaraan, dan selalu berusaha menuju ke  suatu kondisi yang lebih baik," demikian pendapat Landers.  

6. Buka akses ke pikiran dan perasaan
Komunikasi adalah hal terpenting dalam kesuksesan hubungan cinta, menurut James. "Tidak berkomunikasi dengan pasangan atau tidak mengizinkan pasangan Anda mengakses pikiran dan perasaan Anda biasanya akan membawa kehancuran pada hubungan Anda," kata James.

7. Jangan berasumsi
Jangan pernah mengasumsikan bahwa pasangan Anda mengetahui apa yang Anda rasakan. Anda tidak bisa memastikan apakah asumsi orang lain sama dengan pemikiran Anda. Bagaimanapun, pasangan Anda tidak bisa membaca pikiran Anda.

8. Berkomunikasi dengan cinta
James mengatakan cara Anda berkomunikasi lebih penting daripada pesannya sendiri. Begitu juga nada suara Anda, jauh lebih penting daripada apa yang Anda sampaikan. Dan James mengingatkan, "Jangan mengeluh! Sampaikan saja apa yang ingin Anda sampaikan."

9. Senjata utama: sentuhan
"Sentuhan adalah cara yang paling mendasar untuk terhubung dengan orang lain," kata Johnson. Ia melanjutkan, "Memegang tangan pasangan Anda, bisa meredakan kemarahan dan menghilangkan ketegangan secara instan."

10. Memaafkan
Tentu saja, bagian terpenting dari proses menyatukan cinta ini adalah memaafkan. "Ini adalah waktunya untuk memaafkan pasangan Anda dan juga diri Anda sendiri, sehingga rasa sakit itu akan sembuh," kata James.

 

Cinta adalah...

Bagaimanapun, pertanyaan "apa itu cinta?" adalah pertanyaan ilusi, yang tidak ada jawabannya.
(Dr. Vijai S. Shankar)

Mendefinisikan cinta sangatlah sulit, sama seperti mencari kata-kata yang bisa mendeskripsikan dengan benar rasa dari buah jeruk. Anda harus mencicipi buahnya untuk mengetahui rasanya, begitu juga dengan cinta.
(Paramahansa Yogananda)

Cinta adalah keinginan yang sangat kuat untuk memenuhi kebutuhan dan kebahagiaan orang lain.
(M. Scott Peck)

Cinta adalah kemampuan dan kemauan untuk membiarkan orang yang Anda cintai untuk menjadi apa pun yang mereka pilih, tanpa harus memuaskan keinginan Anda sendiri.
(Leo Buscaglia)

Genta bukanlah genta sebelum dibunyikan,
lagu bukanlah lagu sebelum dinyanyikan,
cinta di dalam sanubari bukanlah cinta sebelum dipersembahkan…
(Oscar Hammerstein)

Kebencian melumpuhkan kehidupan, cinta membebaskannya,
Kebencian mengacaukan kehidupan, cinta mengharmoniskannya,
Kebencian menggelapkan kehidupan, cinta menyinarinya …
(Martin Luther King, Jr.)

 

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found