logo web baru

BROWSING: Nutrisi

Makan itu Tidak Hanya untuk Kenyang

30 Jan 2018 0 comment

Tujuan pertama kita makan memang untuk mengenyangkan perut. Tapi sebenarnya acara makan juga mengandung berbagai aspek lain yang menarik

Selama ini kita memandang makanan hanya dari satu sisi, semata-mata untuk memuaskan rasa lapar dan memasok gizi untuk menjaga kesehatan tubuh. Padahal, sebenarnya makanan menyediakan lebih banyak manfaat dari sekadar ‘memberi makan bagi badan’.

Deborah Kesten dalam bukunya "The Healing Secrets of Food - Practicing Guide for Nourishing Body, Mind, and Soul" (Rahasia Penyembuhan dalam Makanan – Panduan Praktis Merawat Badan, Pikiran, dan Jiwa) mengungkapkan bahwa kita telah mengabaikan aspek sosial, psikologi, dan spiritual dari makanan. Deborah Kesten menyebut keterkaitan manfaat gizi secara menyeluruh, yang menyangkut beragam aspek tersebut, dengan istilah gizi integratif (integrative nutrition).

Makan bersama membuat nyaman badan, hati dan jiwa
(aspek sosial makanan)

Makan bersama orang lain, baik dengan keluarga, saudara, atau teman, memberikan suasana dan perasaan berbeda dibanding jika kita makan sendirian. Pada acara-acara keagamaan dan budaya, makanan dan makan merupakan sarana yang menghubungkan kita secara akrab dengan orang lain. Selalu ada cerita-cerita ringan, canda tawa, dan hal-hal yang menyenangkan. Jadi, makan bersama tidak hanya membuat nyaman badan, tapi juga hati dan jiwa kita. Karena itu, bila Anda terbiasa makan sendirian, cobalah untuk menikmati indahnya kebersamaan di saat makan. Bagaimana caranya?

• Jika terpaksa sendirian,‘ciptakan’ kawan
Apabila harus makan sendirian, Anda bisa membayangkan seorang kawan yang Anda sukai ikut makan bersama Anda. Bayangkan, Anda menyantap hidangan yang biasa Anda makan bersama dia atau makanan kesukaan Anda berdua.
Ada cara lain untuk menciptakan ‘teman makan’. Kalau Anda punya binatang kesayangan, misalnya anjing atau kucing, beri dia makan lebih dahulu sebelum Anda makan. Dengan demikian, Anda merasa ada kawan dan merasakan adanya ‘kebersamaan’ selagi Anda makan.

• Bersosialisasi di saat istirahat
Bagi orang yang bekerja, baik di kantor atau di tempat lain, makan siang selalu diselenggarakan di tempat kerja.  Ajaklah teman kerja Anda makan bersama saat istirahat. Istilah makan "ngariung" di daerah Sunda terasa lebih nikmat dan menyenangkan walaupun lauknya bukan yang mahal, misalnya sayur asam, pepes peda, tempe goreng, dan lalab sambel.  
Cara lainnya, di sore hari sesekali Anda bisa mengajak tetangga untuk minum teh bersama dengan sedikit camilan.  Dengan demikian, makan merupakan kegiatan untuk menjalin hubungan dengan teman.

• Ciptakan sosialisasi waktu libur
Makan bersama pada akhir pekan atau hari libur lainnya dapat merupakan suatu rekreasi.  Misalnya di lingkungan erte dengan sistem pot luck, yaitu masing-masing keluarga membawa satu macam masakan.  Kegiatan tersebut selain membuat suasana berbeda dengan keadaan rutin di rumah, juga dapat menciptakan suasana gembira dan mempererat hubungan antara keluarga.

Makanan mempengaruhi emosi
(aspek psikologis makanan)

Ada hubungan yang sulit dipercaya antara apa yang kita makan dan apa yang kita rasakan.  Dalam hubungannya dengan makanan, emosi dipengaruhi oleh perasaan sebelum, sedang, dan sesudah makan; dan dengan perasaan tersebut kita menentukan apa, bagaimana, seberapa banyak, dan apakah akan makan.

2 foto makan

Apa yang sudah kita pelajari tentang makanan dan gizi tergantung dari informasi obyektif dan ilmiah untuk menentukan makanan yang dipilih yaitu dogma tentang makan secara eksternal.  Tetapi apabila Anda menggunakan perasaan, Anda akan mendapatkan pengalaman tentang hal makan yang akan menghubungkan antara makanan dengan perasaan hati, yang menunjukkan hubungan yang lebih memuaskan.

Bagaimana Anda mengetahuinya dalam kehidupan sehari-hari?  Mula-mula tanyakan pada diri Anda keinginan Anda untuk makan apakah karena lapar atau apakah karena perasaan.  Tentukan apakah Anda merasa lapar, merasa kenyang, atau ingin makan apa.  Apakah ingin makan karena emosi?  Ada emosi yang negatif, misalnya perasaan takut, kesepian, depresi, lelah, atau emosi positif misalnya perasaan bahagia, gembira, penuh harapan.

Bagaimana pengaruh makanan pada perasaan atau sebaliknya, dapat dijelaskan sebagai berikut:

• Karbohidrat memberikan ketenangan.  
Makanan yang mengandung karbohidrat dapat membuat tenang bahkan bisa membuat Anda tidur lebih nyenyak karena karbohidrat mengeluarkan serotonin.  Bahan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi adalah padi-padian (padi, gandum, barley); sayuran (terutama kentang), buah-buahan (terutama pisang), kacang-kacangan, biji-bijian, dan susu.  Sepotong roti atau sesendok makan serealia dapat mengaktifkan serotonin yang menenangkan kira-kira 20 menit setelah Anda memakannya.

• Protein membuat gembira.
Apabila Anda ingin bertenaga, makanlah makanan tinggi protein dan rendah lemak misalnya susu dan hasil olahannya yang tidak mengandung lemak, ikan yang tidak banyak lemak, kacang-kacangan (terutama kedelai).  Makanan tinggi protein merangsang produksi asam amino tyrosine, kemudian dihasilkan norepinephrine dan dopamine.  Hasilnya, ketajaman mental Anda meningkat.  Apabila Anda merasa malas di sore hari minumlah yoghurt tanpa lemak atau susu kedelai tanpa lemak.  Untuk meningkatkan ketajaman mental Anda, pilihlah makanan tinggi protein dengan kandungan lemak sesedikit mungkin.

• Lemak jenuh membuat malas
Ada dua jenis lemak, yaitu yang mempengaruhi perasaan secara positif, dan yang mempengaruhi perasaan secara negatif.  Asam lemak esensial, yang dikenal dengan nama Omega-3 dan Omega-6, penting untuk kesehatan dan fungsi sel serta jaringan, juga merupakan komponen positif dari kondisi vitalitas dan mental.  Sumber asam lemak esensial antara lain ikan yang berlemak (salmon, mackerel) dan makanan dari tanaman yang mengandung lemak tinggi (biji-bijian).

Sebaliknya kalau Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh penampilan Anda tidak bagus.  Makanan yang mengandung lemak jenuh misalnya daging, susu berlemak, keju, es krim.  Makanan tersebut membuat Anda merasa malas, ingatan kurang baik, dan mengakibatkan depresi.

• Vitamin B mengurangi depresi
Apabila karbohidrat, protein, dan lemak merupakan makro nutrien utama yang mempengaruhi perasaan, maka mikronutrien yaitu vitamin dan mineral, mempengaruhi cara Anda merasakan.  Kelompok vitamin B, yaitu vitamin B1 (thiamin), B2 (Riboflavin), B3 (niacin), B5 (asam pantothenat), B6 (pyridoxin), B7 (Biotin), asam folat, dan B12 (cobal amin) dapat mengurangi depresi dan memacu kegesitan.  Vitamin-vitamin tersebut terdapat pada padi-padian.  Tulisan "whole" pada kemasan jenis makanan ini (whole wheat, whole oats) menandakan bahwa makanan tersebut kaya vitamin B).  Perlu diperhatikan bahwa gula pasir dapat merusak Vitamin B dalam tubuh, sedangkan kafein dan alkohol dapat mengurangi penyerapan vitamin B tertentu. Karena itu, dianjurkan untuk mengkonsumsi ketiga jenis makanan tersebut tidak terlalu banyak.  

Saatnya bersyukur dan menghargai makanan
(aspek spiritual makanan)

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam aspek ini, yang akan memperkaya pengalaman Anda tentang makanan maupun pengaruhnya pada jiwa, yaitu perhatian penuh, penghargaan, dan hubungan. Kalau mengingat ketiga hal tersebut selagi mempersiapkan, memasak, makan, dan mencerna makanan, maka Anda dan makan Anda akan terasa lebih baik.
Memberikan perhatian penuh pada makanan adalah menghilangkan perasaan-perasaan negatif terhadap makanan, sehingga kita bisa menikmati makanan dengan enak tanpa terburu-buru.

Penghargaan terhadap makanan adalah memberikan perasaan mendalam pada makanan dalam hubungannya dengan kehidupan. Juga memikirkan makanan dan menghubungkanya dengan pengalaman spiritual Anda terhadap makanan tersebut.  Berbelanja, menyajikan makanan, dan menikmati makanan dengan penghargaan yang baik serta mendalam, akan memberi Anda pengalaman spiritual yang lebih mendalam.

Aspek spiritual yang ketiga adalah rahasia pengungkapan dari hubungan.  Apabila Anda menghubungkan makanan melalui kesadaran, rasa sayang, dan tujuan, maka Anda akan mendorong makanan itu sendiri dan melengkapinya dengan hubungan yang lebih mendalam kepada Sang Pencipta.  Kepercayaan orang Hindu adalah, bahwa apa yang kita makan atau minum mempunyai vibrasi. Demikian juga saat menyiapkan makanan. Apabila Anda sedang marah, takut, atau ada perasaan negatif lainnya, maka perasaan tadi akan berpindah ke makanan.  Apabila Anda ingin menyajikan makanan dengan penuh perhatian, penghargaan, dan hubungan baik, maka Anda bisa melakukan latihan berikut :

• Visualisasikan makanan yang akan disajikan
Pusatkan perhatian Anda pada langkah-langkah yang akan Anda lakukan mulai dari menyusun menu (apa), berbelanja (di mana), menyiapkan, memasak, mengatur meja, menyajikan, dan membersihkan kembali. Setelah selesai, bayangkan apa saja yang akan Anda sajikan tentang penampilan (misalnya warna), aroma, dan tekstur. Kalau sudah siap dengan rencana Anda dan ada perasaan selintas yang mengganggu yang akan merusak rencana Anda, misalnya pekerjaan itu akan menyita waktu lama untuk menyiapkan, biarkan dulu gangguan itu berlalu dan kembalilah pada rencana semula.

• Bersyukurlah
Pada intinya menghargai makanan adalah memelihara, menghormati, dan melihatnya sebagai pemberi hidup atau makanan yang berisi kehidupan. Apabila Anda menghadapi makanan, terutama sebelum makan, bersyukurlah atas makanan yang ada. Berdo'alah dengan kata-kata sederhana. Mohonlah agar Tuhan memberikan rahmat pada makanan dan kita semua.

• Ciptakan rasa damai
Apabila Anda menghadapi makanan, singkirkan semua emosi dan pikiran negatif. Dalam berbelanja, menyiapkan makanan dan makan, usahakan bersikap tenang, damai dan dalam suasana yang menyenangkan. Pikiran yang menimbulkan emosi hendaknya diganti dengan perasaan hormat pada makanan.

Makanan mahal belum tentu baik
(aspek biologi)

Dalam aspek biologi, masalah yang ada adalah, kita sering tidak mendapatkan makanan yang segar dan alami. Apa yang dikatakan baik misalnya suatu makanan yang harganya relatif mahal, belum tentu benar jika ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan.  Untuk itu, ada dua hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu :

• Makanlah yang berlawanan. Apabila Anda memilih makanan yang bersumber dari hewani, ambillah strategi yang berlawanan. Jadikan buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan sebagai makanan utama, sedangkan daging, burung, serta makanan dari susu sebagai pelengkap. Makanan yang berasal dari tanaman itu rendah natrium, rendah kalori, tidak mengandung kolesterol, mengandung antioksidan, fitokimia, dan serat yang dapat memerangi penyakit. Sebaliknya, makanan yang berasal dari hewan mengandung lemak dan kolesterol tinggi, kandungan natrium dan kalori relatif tinggi, dan tidak mengandung serat. Karena itu, makanlah secukupnya atau hindari sama sekali. Makanlah biji-bijian sebagai pelengkap, artinya tidak terlalu banyak, karena kadar lemaknya tinggi.

• Pilih makanan dengan kandungan lemak rendah
Agar sehat, pilihlah makanan yang berkadar lemak rendah seperti daging yang tidak berlemak, unggas tanpa kulit, ikan segar, atau produk susu yang tidak berlemak. Sesering mungkin hindari produk jadi yang mengandung natrium tinggi misalnya  ham, bacon.
Untuk mengungkap rahasia dari makanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu keingintahuan yang besar, pengertian tentang makan yang integratif dan optimal, serta kemauan untuk menggabungkan tujuan kesehatan dengan kebijakan makanan dan ilmu pengetahuan mutakhir. Resep ini akan membuat Anda menyadari bahwa makanan adalah karya seni yang bagus, yang dapat membawa kenyamanan rasa dan kepuasan jiwa. (N) Sri Rihati Kusno

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found