logo web baru

BROWSING: Nutrisi

Ingin Sehat dengan Jus

18 Apr 2018 0 comment
Ingin Sehat dengan Jus Foto : Istimewa

Bikin sendiri atau beli jus dalam kemasan? Apa bedanya fruit juice dan fruit drink?
Baca label pada kemasannya.

Jus buah dan sayuran memang tidak hanya nikmat dan segar, tapi juga kaya vitamin, mineral, enzim, dan antioksidan pelindung tubuh dari serangan radikal bebas penyebab berbagai penyakit. Itulah sebabnya, minum jus setiap hari sangat dianjurkan oleh para ahli kesehatan.

Bagi Anda yang sibuk dan tidak sempat membuat jus sendiri, jus dalam kemasan yang praktis dan instan sering jadi pilihan. Beragam produk jus dalam kemasan dengan berbagai rasa yang beredar di pasaran, kadang memang membuat konsumen bingung untuk menentukan pilihan. Tapi, Anda juga harus waspada, jangan sampai salah memilih produk jus dalam kemasan.

Jus asli vs minuman sari buah
Para ahli kesehatan menyarankan untuk mengkonsumsi minimal 5 porsi buah dan sayur setiap hari untuk menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan katarak.  Sayangnya banyak orang yang kurang suka mengkonsumsi sayuran dan buah. Salah satu cara untuk melengkapi konsumsi sayur dan buah adalah dengan mengolahnya menjadi jus.

Untuk orang yang malas membuat jus, jus dalam kemasan memang praktis dan menawarkan pilihan rasa yang beragam. Dari sisi penampilan, baik warna jus dan kemasannya memang menggoda selera. Tapi, apakah jus dalam kemasan berkhasiat sama dengan jus segar?

Stephen Blauer, penulis buku The Juicing Book, mengingatkan untuk selalu jeli membaca label pada kemasan karena seringkali jus yang diberi embel-embel ‘alami’ ternyata tidak terbuat dari buah asli. Selain itu, sudah menjadi praktik standar bagi produsen jus untuk menambahkan bahan aditif berupa pewarna, perasa, gula, garam, dan pengawet pada produk jus.

Menurut Sheah Rarback, ahli nutrisi dari American Dietetic Association, berdasarkan kandungan nutrisi serta bahan yang digunakan dalam pengolahannya, ada dua macam minuman buah dalam kemasan yaitu jus buah (fruit juice) dan minuman buah (fruit drink).

Jus buah asli terbuat dari buah segar tanpa penambahan air serta penambahan gulanya tidak boleh lebih dari 4 persen. Namun, banyak juga produk jus yang mengalami proses pengenceran dengan menambahkan air ke konsentrat buah (dengan perbandingan jumlah air yang sama dengan yang dihilangkan saat jus buah diubah menjadi konsentrat buah). Pada label jus buah, akan dijelaskan persentase kandungan jus buah asli, misalnya 100%, 50% dan lainnya. Kandungan jus 50%, artinya jus tersebut telah mengalami proses pengenceran dengan air dengan perbandingan volume yang sama. Biasanya, produk jus dikemas dalam karton dan botol transparan dari plastik atau kaca.

Keterangan % sari buah ini wajib tercantum dalam kemasan produk jus. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, dalam Pedoman Umum Pelabelan Produk Pangan tahun 2004, minuman yang diformulasikan mengandung sari buah (termasuk sari sayuran) harus memberikan pernyataan mengenai % sari buah dalam label kemasannya. Pernyataan ini bisa dalam bentuk “mengandung __ % sari buah” atau “__ % sari sayuran”. Keterangan ini harus ditulis dengan cetakan tebal yang mudah dibaca oleh konsumen. Minuman yang mengandung 100% sari buah boleh dinyatakan sebagai jus/sari buah. Sedangkan jus yang terbuat dari konsentrat jus buah/sayur pada labelnya harus diberi keterangan “dari konsentrat” atau “hasil rekonstitusi” (baca boks “Bahasa label jus, apa artinya?”).

Sedangkan fruit drink alias minuman beraroma buah tidak perlu mencantumkan hal tersebut karena biasanya kandungan jus buahnya hanya 5 persen atau bahkan tidak mengandung buah/sayur sama sekali. Minuman tersebut hanya terbuat dari air, gula, zat pewarna, dan diberi tambahan perasa buah-buahan.  

Bahasa label jus, apa artinya?
Bagi Anda yang gemar minum jus dalam kemasan - terutama yang punya hobi membeli produk jus kemasan impor – mungkin pernah mengamati label kemasan jus yang mencantumkan komposisi (ingredient) bahan produk jus. Ada yang menyebutkan “dari konsentrat”, “hasil rekonstitusi” atau “dipasteurisasi”. Apa sih arti istilah-istilah itu?

  • Konsentrat (concentrate): Terbuat dari jus segar yang dipanaskan untuk menghilangkan sebagian kandungan airnya. Proses perubahan menjadi konsentrat ini dilakukan untuk memudahkan dalam hal penyimpanan dan transportasi. Proses pemanasan akan menghilangkan sebagian nutrisi jus, terutama enzim dan vitamin larut air seperti vitamin C.
  • Rekonstitusi (reconstituted): Proses penambahan air pada konsentrat jus dalam jumlah yang sama dengan jumlah air yang hilang saat jus diubah menjadi konsentrat. Bahan pengawet dan perasa buah/sayur biasanya ditambahkan untuk meningkatkan masa simpan dan mengembalikan rasa alami jus.
  • Pasteurisasi (pasteurization): Proses pemanasan cairan jus dengan suhu ± 63-750C selama beberapa detik untuk mengurangi jumlah bakteri patogen. Proses ini tidak membunuh seluruh mikroorganisme, karenanya produk jus yang dipasteurisasi harus disimpan di kulkas (5-60C) dan dikonsumsi sebelum tanggal kedaluwarsa.
  • Ultra High Temperature (UHT). Proses sterilisasi dengan suhu tinggi (135-1450C) dalam waktu yang singkat (1-2 detik). Pemanasan dengan suhu tinggi bermanfaat membunuh seluruh mikroorganisme, sedangkan waktu pemanasan yang singkat bermanfaat mencegah kerusakan nutrisi serta mendapatkan warna, aroma, dan rasa yang relatif tidak berubah seperti jus segarnya. Produk jus yang mengalami proses UHT memiliki umur simpan yang sangat panjang pada suhu kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. (N)

Yang alami tetap lebih baik
Selain untuk menjaga kesehatan, konsumsi jus juga bisa dimanfaatkan untuk terapi. Terapi jus adalah menggunakan jus buah dan sayuran segar yang tidak diproses, untuk melakukan detoksifikasi (proses pembuangan toksin dari dalam tubuh) dan penyembuhan penyakit.

Menurut Stephen Blauer, dalam bukunya The Juicing Book, untuk kepentingan terapi jus sebaiknya tidak menggunakan jus kalengan, botolan, ataupun yang dikemas dalam kotak. Dr Norman W. Walker, ahli terapi jus dalam bukunya Fresh Vegetable and Fruit Juice, secara tegas menganjurkan penggunaan jus mentah yang masih utuh untuk keperluan terapi. “Jus yang telah dimasak, diproses, dikalengkan, atau dipasteurisasi akan kehilangan nutrisi dan enzim yang terkandung di dalamnya sehingga khasiatnya sudah berkurang,” tutur Dr Walker.

juice glass imagesFoto : Istimewa

Membuat jus sendiri memang butuh waktu dan tenaga. Namun, karena tidak semua jus buah kemasan yang ada di pasaran mengandung 100 persen buah asli, membuat jus sendiri adalah pilihan terbaik. Setidaknya, Anda yakin apa yang Anda minum memang asli dan alami.

Trik minum jus segar

  • Jus harus segera diminum setelah dibuat. Buat jus sebanyak yang dibutuhkan saja agar bisa langsung habis diminum. Jangan membuat jus dalam jumlah berlebih dengan niat untuk disimpan. Jus segar mudah teroksidasi dan jika disimpan akan hilang khasiat penyembuhannya, meskipun disimpan dalam freezer. Minumlah jus sedikit demi sedikit, jangan sekali teguk. Minum terlalu cepat akan membuat proses pencernaan terganggu.
  • Minum ketika perut kosong. Waktu terbaik untuk minum jus adalah sewaktu perut kosong, yaitu pagi sebelum sarapan atau di antara dua waktu makan. Minum jus bersamaan dengan waktu makan sangat tidak disarankan karena selama proses pencernaan tubuh kita mengeluarkan berbagai enzim yang berfungsi membantu proses pencernaan. Memasukkan cairan pada saat itu hanya akan mengganggu proses pencernaan. Selain itu, jus terutama jus buah mengandung banyak gula yang bisa mempengaruhi keasaman lambung dan mengganggu proses pencernaan makanan sebelumnya.
  • Sebaiknya organik. Untuk terapi, buah dan sayuran yang digunakan memang sebaiknya produk organik, terutama untuk jenis sayuran daun dan buah yang biasanya dikonsumsi tanpa dikupas seperti apel dan belimbing. Penggunaan produk organik setidaknya akan mengurangi masuknya racun ke dalam tubuh.
  • Pilih alat pembuat jus sesuai kebutuhan. Jika ingin minum jus yang masih mengandung serat untuk melengkapi kebutuhan serat harian, membuatnya harus menggunakan blender. Tapi kalau tujuan Anda minum jus adalah untuk terapi, harus menggunakan juicer. Jus yang diproses dengan juicer, hanya mengandung sedikit serat sehingga vitamin, mineral, dan enzim bisa langsung diserap tubuh dalam waktu 10 hingga 15 menit. Karena tidak perlu bekerja keras mencerna makanan, tubuh bisa menggunakan energi untuk melakukan detoksifikasi dan penyembuhan dengan efektif.

Tip memilih jus dalam kemasan
Supaya Anda tidak bingung dan bisa mendapat produk terbaik, berikut panduan sederhana memilih jus kemasan:

  • Perhatikan labelnya. Baca label kemasan jus buah dengan teliti. Cermati komposisi bahan dan informasi gizi yang tertera pada label. Pilih produk jus yang mencantumkan keterangan “100% jus/sari buah” serta tidak mengandung bahan pengawet dan pewarna dalam komposisi bahannya.
  • Pilih produk jus yang terbuat dari sari buah asli. Patokan mudah untuk membedakan jus buah asli dengan minuman beraroma buah adalah perhatikan kekeruhan jus. Umumnya semakin keruh jus, semakin banyak kandungan buah asli di dalamnya. Karena itulah produk jus yang mengandung 100 persen buah asli, umumnya mencantumkan anjuran agar konsumen mengocok minuman tersebut terlebih dahulu sebelum meminumnya agar endapan jus atau potongan daging buah dapat tercampur merata saat diminum.
  • Perhatikan kemasannya. Pilih kemasan jus yang tidak gembung (baik dalam bentuk karton atau botol plastik). Kemasan yang gembung menunjukkan adanya akumulasi gas yang diproduksi oleh mikroba kontaminan. Kemasan juga harus kedap sinar dan kedap udara. Jangan memilih kemasan jus yang terbuat dari kaca atau plastik karena tidak kedap cahaya. Ini dapat merusak kandungan vitamin yang ada dalam jus kemasan tersebut. Selain itu, pilih produk yang menerapkan teknologi sterilisasi UHT yang dikombinasi pengemasan secara aseptik dengan bahan kemasan multilapis yang memungkinkan jus buah bebas dari bakteri patogen dan bisa bertahan tanpa pengawet.
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa dalam kemasan. Pilih produk yang tanggal kedaluwarsanya masih berlaku lebih dari 6 bulan ke depan. Selain alasan keamanan, semakin dekat tanggal kedaluwarsa jus buah kandungan nutrisinya juga makin berkurang.
  • Jika kemasan jus sudah dibuka dan jus belum habis, simpan sisa jus buah dalam lemari pendingin (suhu 5-10°C). Karena, sifat perlindungan dari kemasan terhadap kualitas mutu produk akan hilang setelah kemasan dibuka. Jus akan bertahan selama 3-7 hari. Lebih dari itu, rasa maupun manfaat jus sudah jauh berkurang. Jangan mengkonsumsi jus bila rasanya sudah berubah karena perubahan rasa menunjukkan produk tersebut sudah terkontaminasi bakteri. (N)

 

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found